apakah anda pernah berkunjung ke Pasar Hongkong di Singkawang, Riam Merasap di Bengkayang, ke Pancur Aji di Sanggau, Bulkit Kelam di Sintang, Rumah Betang Sei Utik di Kapuas Hulu, semuanya itu terdapat di sebuah Provinsi di Kalimantan Barat yang memiliki 12 Kabupaten dan 2 Kota sebagai wilayah administratifnya, sedangkan untuk ibu kota Provinsi terletak di Pontianak.
potret potensi destinasi kunjungan bagi anda yang belum pernah ke Kalimantan Barat, sangatlah besar, mengingat sebagai daerah yang kaya dengan sumber daya alam dan budaya masyarakatnya, menjadikan daerah ini sebagai daerah layak investasi baik di bidang pariwisata, pertambangan, perkebunan sebagai sektor unggulan, belum termasuk adanya pintu masuk perbatasan atau border dengan negara Malaysia di beberapa titik seperti Entikong, Badau, Aruk, serta jalur tikus lainya, hal ini tidak perlu heran, karena secara sosio budaya tidak ada perbedaan antara orang dayak Klabar dengan dayak di Sabah dan Serawak Malaysia.
terkait dengan objek wisata di Kalimantan Barat, memang masih dalam pada tahap transformasi bentuk pengelolaan, dimana sistem pengelolaan konvensional masih belum bisa di tinggalkan, berbeda dengan objek wisata di Malang, Jogjakarta, atau seperti di Kucing Malaysia, namun hal ini tidak terlepas dari faktor SDM yang perlu di tingkatkan.
padat karya masih menjadi pola utama, sehingga harapan dengan adanya pengembangan potensi wisata akan membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat sekitar, dan tidak naif SDM kita terbatas, dan hal ini dipandang perlu adanya lembaga pelatihan di sektor pariwisata khsusnya kemampuan berbahasa asing seperti bahasa inggris, ya seperti Balai Latihan Kerja (BLK), bila perlu berkerja sama dengan lembaga swasta yang ahli di bidangnya.
pembangunan potensi wisata haruslah berinergi dengan semua elemen, berikut beberapa 5 faktor yang harus diperhatikan dalam mengelola pariwisata, yakni;
1. Sarana sarana dan prasarana,
2. Anggaran,
3. Sumber daya manusia sebagai pengelola,
4. Transfortasi penghubung
5. Promosi
kesemuanya di susun dalam sebuah masterplan dan disusun sebagai road map yang harus di laksanakan sebagi pola pembaharu atau inovasi pengelolaan potnesi pariwisata di Kalimantan Barat.

Komentar
Posting Komentar